• Home
  • Sitemap
  • Pasang Iklan

Kuliner di Jogja yang Wajib di Kunjungi

  

Siapa yang tak kenal dengan pesona Jogjakarta? Salah satu kota di Jawa Tengah yang tetap menjaga budaya Jawa di tengah-tengah modernitas dunia. Yang pasti selalu mendapat tempat istimewa di hati para wisatawan sehingga memliki harapan untuk dapat berkunjung kembali.

Jogjakarta semakin gencar memperbaiki dan mempercantik kotanya dengan menambah jumlah tempat wisata. Hal ini dilakukan karena sadar akan potensi yang dipunyai oleh Jogjakarta. Namun tidak hanya tempat wisata alam dan budaya saja, Jogjakarta juga mampu menarik perhatian wisatawannya dengan kulinernya.

Ada beberapa Kuliner di Jogja yang Tersedia untuk menemani perjalanan Anda, berikut kami rangkumkan beberapa untuk Anda :

1. Gudeg Pawon
   


Bicara masalah Kuliner di Jogja, kurang lengkap jika tidak membahas gudeg. Yups, gudeg merupakan menu wajib yang ada di Jogja. Dan kurang afdol jika berkunjung ke Jogja tanpa mencicipi menu andalan ini. Kuliner yang terbuat dari daging nangka muda yang dipadu dengan berbagai bumbu-bumbu khas tradisional ini sangat mudah ditemui di tempat makan seluruh pelosok Jogjakarta. Dan salah satu tempat makan yang patut Anda kunjungi yaitu Gudeg Pawon.

Tempat makan ini sudah didirikan sejak tahun 1958, Gudeg Pawon adalah salah satu tempat wisata kuliner yang spesial di Jogjakarta. Asal dari penamaan Gudeg Pawon adalah pelanggan yang dating dilayani langsung dari dapur atau pawon dalam bahasa Jawa nya. Alat yang digunakan untuk memasak gudeg ini berupa tungku sederhana yang bisa Anda lihat ketika memasuki area dapur. Namun untuk rasa dari gudeg ini tidak bisa diremehkan lho. Sekali Anda mencicipi gudeg di sini dijamin Anda akan ketagihan untuk datang kembali.

Gudeg Pawon buka di malam hari. Menu ini bisa menjadi menu yang pas untuk Anda yang gemar dengan wisata malam. Sebaiknya jika Anda ingin berkunjung ke tempat ini, datang sebelum jam buka sebab setiap harinya selalu dibanjiri oleh antrean pembeli. Tak perlu mewah untuk menikmati hidup, cukup dengan nasi gudeg ditambah ayam dan segelas teh manis hangat kenikmatan yang tak terkira sembari menikmati suasana di tengah dinginnya Jogjakarta di malam hari.

Gudeg Pawon berada di Jalan Dr. Soepomo, Umbulharjo, Jogjakarta. Dan jam operasionalnya mulai dari jam 22.30 – habis. Buruan! Jangan sampai kehabisan ya.

2. Mie Telap 12
 

Anda pasti pernah merasa kecewa dengan gambar di bungkus mie instan, karena setelah membuatnya sendiri di rumah ternyata rasa jauh dari gambaran di bungkus. Untuk mengobati rasa kecewa Anda, sebaiknya datang ke Mie Telap 12 di Jogjakarta. Maksudnya bagi Anda yang ternyata sedang berada di kawasan Jogjakarta bisa sekalian mampir untuk mencoba cita rasa mie yang ditawarkan di sini. Karena Anda bisa menikmati mie instan yang disajikan sama persis dengan yang terlihat dibungkusnya.

Misalnya saja, apabila Anda memesan mie instan rasa rendang, maka mie yang akan disajikan juga lengkap dengan potongan daging rendang beserta topping lainnya yang disusun sama seperti di bungkus mie instan aslinya.

Mie Telap 12 berada di Jalan Pandean 10B, Jogjakarta. Rasakan sensasi lezatnya mie yang Anda suka, itung-itung membalas rasa kekecewaan Anda selama ini.

3. Sate Klathak Pak Pong
 
Bagi Anda penggemar sate kambing, wajib untuk mengunjungi tempat wisata kuliner ini. Di Sate Klathak Pak Pong menawarkan sate yang istimewa dan beda bahkan tidak akan Anda dapatkan di tempat lain. Karena sate di sini mempunyai cita rasa yang kuat, khas dan nikmat. Bahan yang digunakan untuk membuat sate di sini juga sederhana, terdiri dari garam, merica dan kecap. Ketiga bahan ajaib itulah yang membuat sate di sini mempunyai rasa yang khas dan spesial.

Tidak hanya dari bumbunya saja yang sederhana, alat yang digunakan untuk memasak pun juga berbeda dan terkesan unik juga. Kalau di tempat-tempat penjual sate lainnya biasanya daging dibakar dengan menggunakan tusuk sate yang terbuat dari bamboo, namun Pak Pong malah menggunakan jeruji besi sepeda. Penggunaan jeruji besi ini konon bisa membuat daging sate matang merata. Di samping itu, penggunaan jeruji besi juga terbukti ramah lingkungan karena jeruji besi bisa digunakan berkali-kali, tidak seperti tusuk sate yang terbuat dari bamboo yang hanya bisa sekali pakai.

Jika Anda ingin berkunjung ke Sate Klathak Pak Pong bisa segera meluncur ke lokasi yang beralamat di Jalan Imogiri Bantul, Jogjakarta.

4. Manggar Manding
   
Bagi Anda penikmat gudeg, pasti sudah tahu ya gudeg itu terbuat dari apa? Yups, betul sekali, gudeg umumnya terbuat dari daging nangka yang masih muda. Namun sangat berbeda sekali dengan salah satu kuliner yang ini yaitu Manggar Manding. Manggar manding merupakan salah satu gudeg yang bahan dasarnya adalah manggar atau bunga kelapa yang masih muda. Menurut cerita jaman dahulu, gudeg manggar adalah menu istimewa di kerajaan dan biasanya disajikan dengan sayur krecek dan tempe bacem. Jadi bisa disimpulkan kalau Anda mencicipi gudeg manggar, berarti Anda telah menikmati sajian istimewa kerajaan lho. Kira-kira bagaimana rasanya ya? Penasaran kan?!

Uniknya lagi, manggar mempunyai khasiat yang sangat bagus untk memancarkan kecantikan bagi penikmatnya dari dalam. Jadi tidak heran juga kalau gudeg manggar ini adalah menu favorit bagi puteri-puteri kerajaan dahulu kala.

Tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati gudeg manggar ini, silakan kunjungi di Jalan Parangtritis KM 115, Manding, Bantul, Jogjakarta. Setelah puas jalan-jalan menkmati suasana pantai di Parangtritis, ide bagus untuk lanjut mampir ke tempat ini.

5. House of Raminten  
  
House of Raminten adalah salah satu tempat makan yang meyediakan menu-menu tradisional Jogjakarta seperti wedang sereh, tahu bola, brongkos, cunduk, nasi kucing dan sate lilit. Rumah makan ini menunjukkan bahwa menu tradisional yang sederhana bisa disajikan dengan cara yang elegan dan berkelas.

Arsitektur dari rumah makan ini juga sangat luar biasa. Sulit menemukan rumah makan seperti ini di tempat lain. Di luar rumah makan, Anda bisa menjumpai sebuah kereta kuda dan di bagian dalam Anda dapat melihat ruangan yang berarsitektur Jawa dengan wewangian dari dupa yang begitu khas. Ketika Anda makan juga dilengkapi dengan iringan gending Jawa yang terus mengalun di rumah makan ini.

Tidak hanya arsitektur dan menunya saja yang kental dengan nuansa Jawa, para pelayan di rumah makan ini juga menggunakan pakaian khas yang berupa kemben Jawa. Terdapat sebuah kentongan juga di meja yang dipakai untuk memanggil pelayan jika Anda membutuhkan sesuatu.

Rumah makan ini juga buka selama 24 jam non stop. Jadi Anda tidak perlu khawatir jika di tengah malam merasa kelaparan, cukup datang ke alamat Jalan FM Noto 7, Kota Baru, Jogjakarta.

6. Bong Kopitown
  
Pernahkah Anda mencoba menikmati makanan di penjara? Mungkin banyak yang belum pernah bahkan tidak mau merasakan makan di dalam penjara. Yang pasti karena penjara identik dengan penjahat dan hukuman. Namun, jika Anda berkunjung ke Jogjakarta dan menjumpai sebuah kedai ber konsep penjara, Anda harus mampir dulu. 


Tempat ini dikenal dengan nama Bong Kopitown, tempat wisata kuliner yang bangunannya dibuat menyerupai penjara lengkap dengan sekat jeruji besi di setiap ruangan. Sipir penjara bisa Anda temui berdiri di balik meja kasir dan para narapidana yang lalu-lalang mengantar hidangan ke setiap meja makan. Kok bisa ya?

Ya bisalah, karena memang konsep yang diterapkan seperti berada di penjara aslinya. Jadi totalitas tidak hanya dinikmati dari arsitektur bangunannya saja tapi dari kostum pelayannya juga. Jangan kaget jika Anda duduk di kursi dan pelayan datang dan menyodorkan selembar “Koran” yang berisi daftar menu dan sejarah berdirinya rumah makan ini. Menu yang menjadi menu andalan di rumah makan ini adalah kopi tetes, sapo tahu, Penang fried noodle dan rending spicy noodle. Nama yang digunakan juga unik-unk ya.

Rumah makan ini dibuka mulai jam 10.00 – 24.00 dan berada di Jalan Sagan Kidul 4, Jogjakarta. Mudah kok untuk sampai di sana. Tempat ini juga sudah banyak yang kenal, jadi apabila Anda bingung silakan tanya ke warga sekitar dimana letak alamat tersebut. Selamat berkunjung!

7. Banyu Mili Contry Club
   

Inilah salah satu paket tempat wisata keluarga beserta kulinernya. Karena lokasi rumah makan ini memang menjadi satu dengan wisata air yang terdiri dari kolam renang, wahana air dan juga hutan dan danau buatan. Cocok sekali bagi Anda sekeluarga.

Menu andalan dari tempat makan di sini adalah kepiting telur dan udang bakar madu. Perlu Anda ketahui juga bahwa kepiting dan udang yang digunakan adalah hasil budidaya sendiri dan dipastikan masih segar saat dimasak. Jika Anda yang kurang begitu suka dengan kepiting dan udang, ada menu andalan lainnya yang bisa dipilih seperti gurame bakar, ayam goreng dan cumi bakar. Anda bisa memanjakan lidah dan perut setelah puas bermain air dan berkeliling di tempat wisata yang ada di sini.

Ada pembagian waktu untuk resto sendiri buka mulai jam 10.00 – 22.00 sedangkan untuk wahana rekreasi dibuka dari jam 07.00 – 18.00. lokasi dari tempat ini yaitu di Perum. Griya Mahkota, Jalan Godean KM 4,5 Jogjakarta.

8. Kalimilk Jogjakarta    

Banyak coffee shop yang sedang menjamur dimana-mana namun hal lain yang malah terjadi di Jogjakarta. Di kota pelajar ini, kafe susu yang sekarang malah sedang populer di kalangan pecinta kuliner. Banyak café yang menyajikan berbagai menu olahan susu dan salah satu dari seian adalah Kalimilk.
Pelanggan Kalimilk mempunyai sebutan yang unik yaitu Neneners. Jangan berfikiran negative dulu ya, itu hanya sebutan bagi pelanggan agar mudah diingat saja. Neneners bisa mencoba berbagai susu dengan rasanya yang beragam, mulai dari cookies, coklat, durian dan aneka snack juga ada. Untuk porsinya sendiri ada dua pilihan yaitu porsi medium dan porsi gajah. Duh, aneh-aneh banget ya namanya. Untuk porsi gajah, pastikan dulu kalau perut Anda benar-benar dalam keadaan kosong atau kelaparan tingkat dewa ya. Karena dilihat dari namanya saja sudah dipastikan menu yang akan disajikan juga berukuran jumbo.

Desain yang diterapkan di Kalimilk ini juga terbilang unik dan benar-benar beda dari yang lainnya. Di tempat wisata lainnya biasanya menggunakan AC untuk pendingin ruangan. Namun di Kalimilk, Anda sama sekali tidak menjumpai AC karena yang ada hanyalah kipas angin. Si pemilik tempat ini beranggapan bahwa kipas angin lebih sehat dari pada AC. Dan tentunya, Anda tidak perlu khawatir kalau kepanasan, sebab selain menggunakan kipas angin Anda juga bisa memanfaatkan udara yang bisa keluar masuk ruangan.

Kalimilk berada di Jalan Kaliurang KM 4,9, Jogjakarta yang buka setiap hari dari jam 11.00 – habis.

9. Angkringan Lik Man
  

Di Kota yang berjulukan Kota Gudeg ini sudah tidak asing lagi dengan yang namanya angkringan. Angkringan menunjukkan sebagai tempat yang tidak hanya menjadi tempat kuliner yang merakyat namun juga menjadi sebuah budaya di Jawa. Di sinilah tempat bagi masyarakat untuk berkumpul dan berbincang tentang apa saja, entah itu tentang sepak bola sampai berita politik terhangat sekalipun. Di sepanjang Jogjakarta, Anda dapat dengan mudah menemui angkringan, namun dari sekian angkringan yang tersedia ada satu angkringan yang istimewa yaitu Angkringan Lik Man.

Apa yang istimewa dari Angkringan Lik Man ini? Penasaran kan?

Angkringan Lik Man adalah angkringan pertama kali di Jogjakarta bahkan menjadi angkringan pelopor untuk angkringan-angkringan yang lainnya. Angkringan ini sudah berdiri sejak tahun 1969 sampai saat ini. Dilihat dari menunya juga hampir sama dengan angkringan-angkringan yang lain, seperti sego (nasi) kucing, sate telur puyuh, aneka gorengan dan aneka minuman hangat dan dingin. Ada satu sajian yang membuat angkringan ini berbeda, yaitu salah satu menu yang bernama Kopi Joss.

Nama Kopi Joss diambil dari bunyi ‘josss’ yang ditimbulkan saat kopi ini dicampur dengan arang yang masih merah membara. Cara penyajiannya memang unik tidak hanya di proses pembuatannya saja namun pada rasa yang khas dan tidak dimiliki kopi lainnya. Anda tidak perlu was-was dengan penggunaan arang di kopi ini. Konon, arang yang dicelupkan ke dalam kopi bisa menetralisir kafein sehingga kopi ini aman untuk pencernaan.

Tempat wisata kuliner terbaik untuk menikmati Jogjakarta di malam hari adalah Angkringan Lik Man. Anda cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 10.000 – Rp 15.000 saja, sudah bisa menikmati Kopi Joss dan nasi kucing beserta lauk sederhana yang tak kalah nikmat.

Angkringan Lik Man berada di kawasan Stasiun Tugu, Jogjakarta. Bagi Anda yang berasal dari luar kota Jogjakarta dan kebetulan sedang berada di stasiun Tugu bisa sekalian mampir untuk sejenak melepas lelah sembari menikmati suasana kota. Angkringan ini buka setiap hari mulai pukul 18.00 – habis.






Berkaitan dengan Kuliner di Jogja yang Wajib di Kunjungi :

Share on :
Comments
0 Comments

Posting Komentar