• Home
  • Sitemap
  • Pasang Iklan

promo

Pengertian Penilaian Kognitif,Afektif, dan Psikomotor

Pengertian Ranah Penilaian Kognitif,Afektif, dan Psikomotor - Download form Penilaian Kognitif, Afektif, dan Psikomotor. Kali ini Infokuh akan sedikit berbagi mengenai Pengertian Ranah Penilaian Kognitif,Afektif, dan Psikomotor. Sebagai guru yang kompeten, selain kemampuan mengajar kita yang dinilai, juga teknik evaluasi dan penilaian yang menjadi kunci atau tolak ukur seorang guru dapat dikatakan profesional di bidangnya. banyak guru yang menilai siswa secara Subjektif padahal teknik penilaian yang benar adalah Objektif, berdasarkan hasil belajar siswa, bukan karena pribadi siswa itu sendiri.

Untuk itu, diperlukanlah yang namanya Teknik Penilaian. Dalam format penilaian yang baru, dikenal 3 aspek Ranah PEnilaian bagi Siswa yaitu Penilaian Kognitif siswa, Penilaian Afektif siswa, dan Penilaian Psikomotorik siswa.
Pengertian Penilaian Kognitif,Afektif, dan Psikomotor

Pengertian Penilaian Kognitif,Afektif, dan Psikomotor

Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif.  Ranah kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir, termasuk didalamnya kemampuan menghafal, memahami, mengaplikasi, menganalisis, mensintesis, dan kemampuan mengevaluasi. Dalam ranah kognitif itu terdapat enam aspek atau jenjang proses berfikir, mulai dari jenjang terendah sampai dengan jenjang yang paling tinggi. Keenam jenjang atau aspek yang dimaksud adalah:

  • Pengetahuan: menyebutkan, menunjukkan, menyatakan, menyusun daftar dsb.
  • Pemahaman : menjelaskan, menguraikan, merumuskan, menerangkan, menyadur dsb.
  • Penerapan : mendemonstrasikan, menghitung, menghubungkan, membuktikan, dsb.
  • Analisis :memisahkan, mmemilih, membandingkan, memperkirakan dsb.
  • Evaluasi : menyimpulkan, mengkritisi, menafsirkan, memberi argumentasi, dsb
  • Kreasi : mengkombinasikan, mengarang, menciptakan, mendisain, mengatur dsb

Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki kekuasaan kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada peserta didik dalam berbagai tingkah laku. Seperti: perhatiannnya terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam, kedisiplinannya dalam mengikuti mata pelajaran agama disekolah, motivasinya yang tinggi untuk tahu lebih banyak mengenai pelajaran agama Islam yang di terimanya, penghargaan atau rasa hormatnya terhadap guru pendidikan agama Islam dan sebagainya.

Ranah afektif menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu: (1) receiving (2) responding (3) valuing (4) organization (5) characterization by evalue or calue complex
  • Penerimaan : menanyakan, memilih, mengikuti, menjawab, melanjutkan, dsb
  • Partisipasi : melaksanakan, membantu, menawarkan diri, menyambut, dsb
  • Penilaian : melaksanakan, mengambil prakarsa, mengusulkan, membela dsb.
  • Organisasi : berpegang pada, mengintegrasikan, mengubah, mempertahankan dsb
  • Pembentukan Pola : bertindak, menyatakan, memperlihatkan, mempersoalkan dsb

Ranah Psikomotor adalah ranah yang berhubungan dengan aktivitas fisik, misalnya lari, melompat, melukis, menari, memukul, dan sebagainya. Hasil belajar ranah psikomotor dikemukakan oleh Simpson (1956) yang menyatakan bahwa hasil belajar psikomotor ini tampak dalam bentuk keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak individu. Hasil belajar psikomotor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan berperilaku).
  • Persepsi : membedakan, menunjukkan, memilih, menghubungkan dsb
  • Kesiapan (menyiapkan diri fisik/mental) : mengawali, bereaksi, mempersiapkan, menanggapi, memprakarsai, dsb.
  • Gerakan terbimbing (meniru contoh) : mempraktikan, mengikuti, mengerjakan, membuat, mencoba, dsb.
  • Gerakan terbiasa (berpegang pada pola): mengoperasikan, memasang, mendemonstrasikan, mengerjakan, dsb.
  • Gerakan kompleks (berketerampilan secara lancar,luwes,gesit): mengoperasikan, mendemonstrasikan, mengerjakan, dsb.
Penyesuaian pola gerak bervariasi dan kreatif : mengubah, mengadaftasikan, membuat variasi, merancang, menciptakan, mendesain, merencanakan dsb.

Download Disini untuk Form Penilaian Kognitif,Afektif, dan Psikomotor

Berkaitan dengan Pengertian Penilaian Kognitif,Afektif, dan Psikomotor:

Share on :
Comments
0 Comments

Poskan Komentar